Showing posts with label Cerita Pendek. Show all posts
Showing posts with label Cerita Pendek. Show all posts

"Menilik Kejayaan dan Kemunduran Turki Ottoman: Kontribusi Besar bagi Sejarah Dunia"

 


Kekaisaran Ottoman atau Kesultanan Ottoman adalah sebuah kekaisaran yang pernah berdiri di wilayah Asia Barat Daya, Eropa Tenggara, dan Afrika Utara selama hampir enam abad, dari abad ke-13 hingga abad ke-20. Kejayaan Turki Ottoman atau Kesultanan Ottoman mencakup periode dari abad ke-15 hingga awal abad ke-17, di mana kekaisaran ini mengalami pertumbuhan dan kemakmuran yang luar biasa.

 

Berikut adalah beberapa kejayaan Turki Ottoman yang patut dicatat:

 

1. Penaklukan Konstantinopel: Pada tahun 1453, Turki Ottoman berhasil menaklukkan kota Konstantinopel, yang merupakan pusat Kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium selama berabad-abad. Penaklukan ini menandai akhir dari Kekaisaran Romawi Timur dan memperkuat posisi Turki Ottoman sebagai kekuatan besar di kawasan tersebut.

 

2. Penguasaan wilayah Balkan: Setelah menaklukkan Konstantinopel, Turki Ottoman terus meluaskan wilayah kekuasaannya ke wilayah Balkan. Mereka berhasil menaklukkan sejumlah negara Balkan seperti Bulgaria, Serbia, Bosnia, dan Albania. Penguasaan wilayah ini memperkuat kekuatan Turki Ottoman dan memberikan akses ke wilayah Eropa.

 

3. Ekspansi ke wilayah Timur Tengah: Turki Ottoman juga berhasil menguasai sebagian besar wilayah Timur Tengah pada masa kejayaannya. Mereka berhasil menaklukkan Mesir, Suriah, dan Arab Saudi. Penguasaan ini memberikan akses ke jalur perdagangan rempah-rempah dan juga memperkuat posisi Turki Ottoman di wilayah tersebut.

 

4. Kebijakan militer yang kuat: Turki Ottoman memiliki kebijakan militer yang kuat dan berhasil menciptakan pasukan yang disebut Jannisaries. Pasukan ini terdiri dari para budak yang diambil dari wilayah Balkan dan dilatih sebagai tentara. Jannisaries terkenal sebagai pasukan yang sangat disiplin dan menjadi andalan dalam banyak kampanye militer Turki Ottoman.

 

5. Kemajuan dalam seni, arsitektur, dan sastra: Selama masa kejayaannya, Turki Ottoman juga mengalami kemajuan dalam seni, arsitektur, dan sastra. Contohnya, arsitektur Turki Ottoman dikenal karena keindahannya dan kompleks masjid-masjid mereka. Sastra Turki Ottoman juga mengalami perkembangan, dengan karya-karya sastra yang mencakup berbagai genre seperti puisi, teater, dan sejarah.

 

Namun, pada abad ke-18 dan ke-19, Turki Ottoman mengalami kemunduran yang signifikan. Kejayaan Turki Ottoman mulai memudar dan mereka terus mengalami kekalahan dalam perang melawan kekuatan Eropa Barat. Akhirnya, pada awal abad ke-20, Turki Ottoman runtuh dan digantikan oleh negara Republik Turki modern pada tahun 1923.

 

Secara keseluruhan, kejayaan Turki Ottoman mencakup periode yang cukup lama dan mencakup banyak bidang, dari ekspansi wilayah hingga kemajuan seni dan sastra. Namun, Turki Ottoman juga menghadapi berbagai tantangan dan kelemahan dalam sejarahnya. Beberapa faktor yang mempercepat kemunduran Turki Ottoman antara lain:

 

1. Teknologi Eropa yang lebih maju: Pada abad ke-18 dan ke-19, kekuatan Eropa Barat mulai mengembangkan teknologi dan industri yang lebih maju, seperti kapal uap, senjata api modern, dan industri tekstil. Hal ini memberikan keuntungan pada Eropa Barat dalam pertempuran dan perdagangan, sehingga Turki Ottoman terus mengalami kekalahan dalam perang melawan Eropa Barat.

 

2. Krisis ekonomi dan politik: Pada abad ke-19, Turki Ottoman mengalami krisis ekonomi dan politik yang berdampak pada kemunduran kekuasaan mereka. Terjadinya inflasi, penurunan nilai mata uang, dan meningkatnya hutang luar negeri mengakibatkan Turki Ottoman sulit untuk membiayai militer dan memperbaharui teknologi.

 

3. Persaingan internal dan tekanan dari pihak luar: Selama masa kejayaannya, Turki Ottoman memiliki sistem pemerintahan yang kompleks dan tidak stabil. Persaingan internal antara penguasa dan kelompok kekuasaan menyebabkan keruntuhan kekuasaan dan kekuatan Turki Ottoman semakin melemah. Selain itu, tekanan dari pihak luar seperti negara-negara Eropa Barat dan Rusia turut mempercepat kemunduran kekuasaan Turki Ottoman.

 

 

Secara keseluruhan, kejayaan Turki Ottoman merupakan periode penting dalam sejarah dunia yang memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang. Meskipun mengalami kemunduran pada akhirnya, prestasi dan pencapaian mereka tetap dihargai dan diingat hingga saat ini.


Berikut ini adalah beberapa sumber referensi yang dapat digunakan untuk mengembangkan topik tentang kejayaan Turki Ottoman:


Quataert, Donald. (2010). The Ottoman Empire, 1700-1922. Cambridge University Press.

Hanioglu, M. S. (2008). A Brief History of the Late Ottoman Empire. Princeton University Press.

Goodwin, J. (1998). Lords of the Horizons: A History of the Ottoman Empire. Henry Holt and Company.

İnalcık, Halil. (1973). The Ottoman Empire: The Classical Age, 1300-1600. Praeger Publishers.

Kuran, T. (2017). The Long Divergence: How Islamic Law Held Back the Middle East. Princeton University Press.

 

 

Menyambut Malam Nisfu Syaban dengan Berbagai Amalan dan Doa

 SourceURL:file://Document1


Malam Nisfu Syaban adalah salah satu malam yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Malam ini jatuh pada tanggal 15 bulan Syaban, yang merupakan bulan kedelapan dalam kalender Islam. Malam Nisfu Syaban memiliki sejarah dan makna penting yang cukup beragam dalam budaya dan tradisi Islam.

 

Dalam budaya dan tradisi Islam, malam Nisfu Syaban sering dianggap sebagai malam yang penuh berkah dan keberkahan. Malam ini sering dijadikan momen untuk memohon ampunan dan berdoa kepada Allah SWT. Sebab, dalam tradisi Islam, dipercayai bahwa Allah SWT akan memperkenankan doa-doa dan permohonan di malam Nisfu Syaban. Selain itu, malam Nisfu Syaban juga dianggap sebagai malam di mana Allah SWT menentukan takdir umat manusia selama setahun ke depan.

 

Di beberapa negara, malam Nisfu Syaban dirayakan dengan berbagai cara. Ada yang mengadakan acara khusus di masjid, membaca Al-Quran, dan mengadakan pengajian. Ada pula yang mengadakan acara khusus di rumah bersama keluarga dan teman-teman.

 

 

Satu hal yang pasti adalah bahwa malam Nisfu Syaban adalah malam yang istimewa dan penuh makna bagi umat Islam. Oleh karena itu, kita sebaiknya memanfaatkan malam Nisfu Syaban dengan baik, mengisi malam ini dengan ibadah dan doa kepada Allah SWT. Semoga malam Nisfu Syaban ini memberikan berkah dan keberkahan bagi kita semua.



Dalam Islam, malam Nisfu Syaban juga dianggap sebagai malam di mana umat muslim dapat memperoleh berbagai keberkahan dan pahala. Salah satu amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban adalah memperbanyak membaca Al-Quran, melakukan shalat malam, dan bersedekah kepada orang yang membutuhkan.

 

Selain itu, ada pula amalan yang biasa dilakukan pada malam Nisfu Syaban, seperti berpuasa, berzikir, dan melakukan shalat hajat. Di beberapa negara, umat muslim juga melakukan tradisi khusus pada malam Nisfu Syaban, seperti menyalakan lampu-lampu dan lilin di masjid-masjid atau rumah-rumah.

 

Namun, perlu diingat bahwa ibadah pada malam Nisfu Syaban tidak boleh menjadi hal yang membebani kita secara berlebihan. Sebab, ibadah seharusnya dilakukan dengan niat yang tulus dan penuh keikhlasan. Oleh karena itu, lebih baik melaksanakan ibadah dengan konsisten pada setiap hari daripada hanya pada malam Nisfu Syaban saja.

 

Kesimpulannya, malam Nisfu Syaban adalah malam yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Malam ini dianggap sebagai malam yang penuh berkah dan keberkahan serta dipercayai sebagai malam di mana Allah SWT memperkenankan doa dan permohonan. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan malam Nisfu Syaban ini dengan baik dan melaksanakan ibadah dengan penuh keikhlasan serta konsisten pada setiap hari.

Salam Pada Rindu by Me

 


Baru-baru ini saya mendengar alunan musik karya Kunto Aji yang judulnya "Salam Pada Rindu". Pertama membaca judulnya satu yang terfikir dibenak saya adalah rumah, ya rumah bukan tempat yang saya tinggali sekarang tapi kampung halaman saya. Entah kenapa masa ini saya teringat suasana rumah saya yang selalu riuh ramai ketika semua anggota keluarga berkumpul, penuh canda tawa dengan adik-adik saya yang waktu itu masih kecil-kecil. Rumah kala itu rasanya sangat hangat dan nyaman ketika beramai-ramai. 

Saya adalah anak pertama dari 7 bersaudara, menjadikan saya secara otomatis abang atau kakak tertua dalam keluarga. Dengan status itu, saya mungkin bisa dibilang harus menanggung beban untuk menjadi contoh kesuksesan bagi adik-adik saya. Sejak tamat SMA sudah saya tekadkan dalam diri saya bahwa saya tidak akan pulang sebelum sukses. Namun sekarang rasanya kata-kata tersebut sangat berat untuk dilakukan sejak 10 tahun lalu saya tamat SMA. Kini jarak antara kampung halaman dan tempat saya tinggal ratusan kilometer jauhnya, tidak dapat ditempuh hanya dalam perjalanan satu hari. 

Rindu, tentu rindu kini selalu menyerang kedalam celah-celah hati yang mungkin sedang kosong. Masuk kedalam fikiran terbayang masa-masa dulu yang tidak dapat diulang kembali, Ingin rasanya bisa pulang setiap hari, sambil berkumpul bersama seluruh adik-adik dan keluarga saya. Tapi entah kenapa semua rasanya hanya tinggal harapan, satu persatu kami sudah di tempat masing-masing, meskipun itu sekolah atau pun pekerjaan. Ingin rasanya seperti dulu tidur dipangkuan ibu yang sangat menyayangi kami semua, atau pergi bersama bapak kekota sambil makan mie goreng kesukaan saya. Tapi entah kapan itu bisa terulah kembali. Rindu rasanya !!!

Ingin dulu rasanya setelah tamat kuliah saya pulang kekampung dan menetap disana, tapi ambisi untuk mengaktualisasikan diri ditengah masyarakat tidak dapat terbendung. Kini semua yang saya inginkan satu persatu mulai tercapai. Tapi apa yang mulai timbul dari dalam diri ini adalah untuk kembali lagi ke masa dulu, dekat dengan rumah, semua hanya disebabkan oleh perasaan rindu yang tak dapat lagi ditahan dan pecah lewat air mata. Ingin rasanya saya membawa semua orang yang saya sayangi untuk pergi bersama kemanapun saya pergi, namun kemampuan membatasi semua itu. Yang mampu disediakan saat ini hanyalah do'a agar bapak dan mamak serta seluruh keluarga diberikan kesehatan dan umur panjang, dan dapat terus berkumpul bersama meskipun diwaktu-waktu tertentu. 

Rindu ini akan tetap muncul selama kehidupan ini masih berlangsung, bahkan dalam ketiadaan rindu masih tetap ada. Rindu mampu melembutkan hati, mengubah marah menjadi sayang, mengubah sunyi menjadi suara, rindu harus tetap ada dan harus terjaga.  


Jika Internet Menghilang Secara Tiba-Tiba Hal Ini Yang Akan Terjadi


 Internet sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup didunia, bagaimanapun dan dimanapun internet seperti udara yang selalu dibutuhkan. Lantas bagaimana jika internet tiba-tiba menghilang dari dunia ini. dikutip dari hipwee.com berikut yang terjadi jika internet tiba-tiba menghilang dari dunia.

1. Kita Akan Kembali Ke Kebiasaan Lama


Siap atau tidak, ketika internet telah hilang. Kita akan hidup dengan kebiasaan lama. menonton berita atau membaca koran, keperpustakaan untuk membuat tugas atau harus ke warung untuk membeli makan. kebiasaan-kebiasaan lama tersebut akan kita lalui kembali. kembali ke masa-masa lalu sebelum internet setenar sekarang tentu akan menjadi suatu pengalaman yang bisa dibilang baru bagi generasi 2000an keatas. zaman dimana ketemuan tidak perlu janjian, handphone tidak menjadi fokus utama ketika sedang bertemu atau nongkrong. Bagi generasi 90-an tentu pengalaman ini menjadi hal yang dirindukan dimasa sekarang ini.

2. Ketersediaan Bahan Makanan Terganggu 


Hilangnya akses internet akan membuat komunikasi terganggu sehingga menghambat arus dari permintaan, pengiriman, dan pemantauan ketersediaan produk-produk di supermarket. Dengan segala keterhambatan tersebut dapat memberikan efek yang besar bagi kondisi makro sebuah negara. tentu hal ini kita harap tidak akan pernah terjadi.

3. Dunia Perbankan dan Pasar Saham Akan Terganggu


Aktivitas perbankan yang biasanya bisa dilakukan melalui internet akan terganggu. kita hanya bisa mengambil atau menyetor uang langsung ke Bank dan hal ini tidak dapat dilakukan jika Bank tersebut tutup. Begitu juga dengan pasar saham, jual beli, pertukaran informasi, penanaman modal dan lain lain akan terhambat. Internet memiliki peran besar dalam keberlangsungan bisnis di masa kini, hampir semua sektor bisnis bergantung pada jaringan internet. terutama layanan pelanggan yang menuntut untuk selalu siap sedia untuk mencapai kepuasan pelanggan.

4. Perusahaan E-Commerce akan bangkrut 


Perusahaan masa kini banyak yang bergantung pada internet untuk menjalankan bisnisnya. Jika Internet hilang maka akan berdampak pada bertambahnya beban biaya, dan neraca keuangan tidak stabil maka akan berdampak apa efisiensi perusahaan dengan mengurahi jumlah karyawan. selanjutnya dampak paling buruk bagi perusahaan yang bergantung pada internet adalah mereka akan tutup. 

internet masa sekarang ini telah menjadi suatu kebutuhan bagi kita semua. dimana disetiap bidang kehidupan kita membutuhkan koneksi internet yang memadai. Hal ini mampu memberikan dampak positif maupun dampak negatif jika kita terlalu bergantung kepada teknologi. Perlu adanya pengembangan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang mungkin akan terjadi di masa depan.


Sumber: https://www.hipwee.com/feature/ini-hal-hal-yang-bakal-terjadi-kalau-internet-di-dunia-tiba-tiba-hilang-tapi-mungkin-nggak-ya/

Fakta Menarik Tentang Kecoa, Dari Makhluk Tertua di Bumi Hingga Bisa Hidup Tanpa Kepala


 Hewan satu ini memang sangat menyebalkan, menebar bau busuk, sering muncul tiba-tiba, membawa kuman penyakit dan lain-lain. Meskipun begitu ternyata kecoa termasuk hewan yang sangat hebat juga. berikut beberapa fakta tentang kecoa yang sebenarnya tidak perlu anda ketahui:

1. Salah Satu Makhluk Tertua Di Bumi


Kecoa bisa dengan mudah beradapatasi dengan segala jenis iklim, mungkin hal ini yang membuat kecoa dapat bertahan hingga sekarang. Diketahui kecoa sudah ada diBumi sejak ratusan juta tahun lalu di era Carboniferus.

2. Kecoa Bisa Hidup Tanpa Kepala


Hal ini dikarenakan kecoa memiliki sistem peredaran darah terbuk. meskipun kepalanya di penggal, leher kecoa akan tertutup dengan sendiri. selain itu kecoa tidak memerlukan kepala untuk mengontrol pernapasan dan perederan darahnya. karena kecoa bernapas melalui spirakel, yaitu pori-pori kulitnya.

3. Dapat Bertahan dari Serangan Nuklir


Kecoa dapat bertahan dari radiasi nuklir yang kuat, hal ini dikarenakan kecoa memiliki siklus sel yang lambat. Penelitian di Jerman menunjukkan bahwa kecoa baru akan mati ketika terpapar radiasi sebesar 100.000 rad. sedangkan bom Hiroshima di Jepang Kekuatannya hingga 10.000 rad.

4. Dapat Bertahan Meskipun Tanpa Makanan.


Kecoa adalah hewan berdarah dingin, dia membutuhkan makanan yang tidak sebesar manusia. kecoa dapat bertahan hidup tanpa makanan selama seminggu. Hal ini menjadikan kecoa sebagai makhluk yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

5. Kecepat Lari 4 Km/Jam


Kecoa dalam berlari sejauh 4 km dalam sejam, tentu ini sangat mengerikan karna kecoa dapat menyebarkan kuman dengan sangat cepat. hal ini menjadi salah satu pertimbangan kita dalam mengantisipasi serangan dari kecoa, dengan menjaga kebersihan rumah dan diri kita sendiri untuk selalu hidup bersih dan sehat.

informasi ini di maksudkan sebagai pengetahuan yang mungkin berguna bagi para pembaca dan juga sebagai bacaan hiburan semata, tanpa maksud untuk menyinggung pihak tertentu. semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Tetap jaga kebersihan dan selalu hidup sehat. 


Sepotong Senja Untuk Pacarku (Review Buku): Surat dari Sukab


 " Setelah itu aku berjalan pulang dengan perasaan senang. Aku tahu kamu akan menyukainya karena aku tahu itulah senja yang selalu kamu bayangkan untuk kita. Aku tahu kamu selalu membayangkan hari libur yang panjang, perjalanan yang jauh, dan barang kali sepasang kursi malas dan sepotong senja disebuah pantai dimana kita akan bercakap-cakap sembari memandang langit sambil berangan-angan sambil bertanya-tanya apakah semua ini memang benar telah terjadi. Kini senja itu bisa kamu bawa kemana-mana"



Kalimat diatas merupakan potongan dari isi buku Sepotong Senja Untuk Pacarku, karya Seno Gumira Ajidarma. pertama kali diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada februari 2016 dan cetakan terakhir pada juli 2019. Saya akan mencoba me-review buku ini secara ringkas dengan versi dan sudut pandang saya sendiri. 

Buku ini berisi kumpulan cerpen-cerpen menarik karya Seno Gumira Ajidarma, dimana setiap cerpen dibagi menjadi tiga bagian. Trilogi Alina, Peselancar Agung, dan Atas Nama Senja, setiap  cerita didalam buku ini sangat menarik untuk di hayati. Cerita-cerita yang disampaikan juga menggambarkan kisah fiksi yang penuh dengan imajinasi, sudah pasti diluar batas kehidupan manusia didunia nyata. namun menurut saya, penulis mencoba mengajak kita untuk menginterpretasikan cerita-cerita yang ada pada kehidupan kita sehari-hari. Hal ini juga bergantung pada pribadi masing-masing pembaca untuk menginterpretasikan setiap kisah dalam cerita ini, dan menurut saya kisah-kisah yang ada didalam buku ini menyampaikan kritik sosial, realitas kehidupan sehari-hari, dan kembali lagi bagaimana masing-masing dari kita ingin memaknainya. cerita dalam buku ini memberikan kebebasan untuk itu.

Bagian paling menarik untuk saya adalah Trilogi Alina, cerita ini mengisahkan tentang Sukab yang merantau kekota demi si pujaan hati, Alina. Namun karna perbuatan si Sukab pula menyeret tukang pos kedalam masalah yang dibuatnya. Terdapat tiga tokoh utama pada bagian ini dan setiap tokoh memiliki ceritanya masing-masing. disinilah menariknya alur cerita yang dibuat oleh penulis, kita dapat menilai setiap tokoh pada kisahnya masing-masing, dan setiap cerita memiliki alur yang saling berhubungan. Gaya penulisan seperti ini sangat menarik untuk saya, karna saya selalu penasaran dengan kejadian yang menimpa setiap tokoh didalam cerita. 

Cerita ini diawali dengan kisah sukab yang mengirimkan surat dan sepotong senja yang ada didalam sebuah amplop, untuk kekasihnya Alina. Namun surat dan sepotong senja itu menjadi awal dari segala masalah yang ada di dalam cerita ini. Dikisahkan didalam surat yang dikirimkan Sukab kepada Alina, Ketika itu Sukab tengah duduk ditepi pantai memandang senja yang indah. Sukab teringat kepada Alina, terlintas didalam fikirannya untuk  memberikan senja yang indah itu kepada Alina. Benar saja Sukab memotong senja tersebut seukuran amplop kantor pos dan memasukkannya kedalam saku. Cerita berlanjut, Sukab dikejar-kejar oleh polisi karena dianggap mencuri senja, hingga Sukab sampai pada sebuah gorong-gorong yang ujungnya terdapat senja yang sama seperti yang ada didunia atas. Sukab kemudian kembali memotong senja tersebut, seukuran senja yang asli yang telah dipotong sebelumnya. Lalu ia mengganti senja tersebut kedalam bekas potongan senja yang asli. Senja asli yang pertama kali dipotong oleh Sukab dikirimkan kepada Alina, lewat layanan Pos

Dalam kisah tersebut kita bisa memaknai senja itu sebagai apapun yang kita inginkan, bisa jadi itulah hal menurut kita dengan penuh perjuangan adalah hal yang paling berharga yang dapat kita berikan kepada kekasih, atau hal lainnya. Tergantung pada masing-masing pembaca untuk memaknai senja tersebut. Menurut saya sendiri senja adalah objek utama dari permasalahan dalam cerita ini, dan masih menjadi misteri apa benda yang paling mendekati dengan senja yang dimaksud oleh Seno Gumira Ajidarma, 

Sekian hasil review buku Sepotong Senja Untuk Pacarku, yang di review dengan cara dan sudut pandang saya sendiri. semoga bermanfaat untuk kita semua. 

Pengalaman 30 Jam Perjalanan (Simeulue-Aceh Tamiang)

 


Banyak hal yang dapat diceritakan dalam perjalanan jauh, pengalaman atau momen-momen yang mungkin tidak dapat di ulang kembali menjadi pengalaman berharga yang jarang didapatkan pada kesempatan biasa. 

Beberapa waktu lalu, tepat pada hari kemerdekaan Indonesia yang ke-77 saya pulang kampung ke Aceh Tamiang. Setelah empat bulan saya pindah tugas ke pulau Simeulue, pulau terluar Indonesia. Perjalanan pulang kampung kami dimulai dari Pelabuhan Kolok, kabupaten Simeulue, pukul 14.00 WIB. terlambat 1 jam dari jadwal yang seharusnya berangkat pukul 13.00 WIB, menggunakan kapal Aceh Hebat I menuju pelabuhan Calang, Aceh Jaya. harga tiketnya sendiri masih terjangkau, yaitu Rp. 91.000,- per orangnya. 

Sebelum berangkat saya mempersiapkan bekal makan dikapal, obat anti mual, selimut dan persediaan air minum yang cukup untuk sampai ditujuan. Karena waktu yang ditempuh untuk sampai ke pelabuhan Calang kurang lebih sekitar 14 jam. 

Pengalaman menyeberang menggunakan kapal ini sangat nyaman, kondisi kapal bersih, terdapat fasilitas ranjang untuk setiap penumpang yang terbilang nyaman, terutama kantin yang menjadi tempat favorit saya dikapal untuk menikmati segelas teh hangat di tengah malam. 

Suasana didalam kapal saat malam hari sangat ramai, orang-orang berkumpul di kantin dan kamar penumpang, mereka saling berkenalan, bercerita tentang tujuan mereka, pengalaman-pengalaman yang mereka lalui selama disimeulue dan masih banyak lagi. hal ini menjadi keunikan tersendiri ketika melakukan perjalan yang memakan waktu seharian didalam kapal. 

Berlama-lama dalam kondisi terjaga tidak memungkinkan untuk saya yang masih belum terbiasa dalam perjalanan laut, rasa mual masih terasa meskipun saya sudah sering pulang pergi menggunakan kapal. tidur merupakan pilihan tepat untuk saya. 

Terompet kapal berbunyi membangunkan kami semua, kapten memberikan pengumuman bahwa kapal akan bersandar 30 menit lagi di pelabuhan calang, masa itu tepat pukul 6 pagi pelabuhan calang tampak kecil diujung cakrawala. 

Untuk bersandar memakan waktu kurang lebih 10 menit sehingga seluruh penumpang aman untuk bersiap turun dari kapal. di pelabuhan sudah banyak mobil sewa yang menunggu penumpang turun dari kapal. Saya sendiri sudah memesan mobil pada tanggal 16 dengan tujuan Banda Aceh. Tepat pukul 8.00 kami berangkat dari pelabuhan Calang menuju Kota Banda Aceh, perjalanan menggunakan mobil terasa biasa, rasa lelah melelapkan seluruh penumpang didalam mobil. ada kiranya dua kali kami berhenti untuk makan pagi dan buang air kecil. 

Kira-kira pukul 11.00 Wib kami sampai di kota Banda Aceh, untuk melanjutkan ke Aceh Tamiang kami perlu berpindah angkutan yang menuju Kuala Simpang. Perjalanan Kota Banda Aceh-Aceh Tamiang jika dilakukan malam hari biasanya hanya memakan waktu sekitar 9 jam, namun perjalanan di siang hari memakan waktu yang lebih lama dari biasanya, kurang lebih sekita 12 jam. 

Perjalanan panjang ini tentu sangat melelahkan, mobil tumpangan kami berhenti di Seulawah sekitar pukul 13.00 Wib untuk shalat dan makan siang. Saya lupa nama tempat makan yang kami singgahi kala itu, namun banyak pilihan menu yang didapatkan tergantung masing-masing selera. 

Pemberhentian selanjutnya adalah daerah Saree, pusat perbelanjaan oleh-oleh khas provinsi Aceh, kami sempatkan untuk membeli beberapa kilo keripik singkong dan kripik pisang. Lalu perjalanan dilanjutkan kembali. Kebetulan mobil yang saya tumpangi banyak ibu-ibunya, jadi kami berhenti kembali di kota Bireun, ya.. untuk kembali membeli oleh-oleh khas Bireun "Nagasari". sejujurnya saya juga menyukai makanan ini, tepung yang di bentuk dan di kukus sedemikian rupa yang didalamnnya terdapat sepotong pisang yang sudah direbus serta aroma pandan yang khas. Waktu sekitar pukul 18.00 Wib kami tiba di Bireun. 

Perjalanan di lanjutkan sekitar pukul 19.40 kami berhenti untuk makan malam dan shalat di daerah Lhoksukon, Aceh Utara. seperti biasa makanan khas Aceh mengisi seluruh menu di rumah makan tersebut, dan lagi-lagi saya lupa nama rumah makan waktu itu. tidak menunggu waktu lama sekitar pukul 20.30 Wib kami melanjutkan perjalanan. 

Lelah di badan tidak dapat ditutupi, sepanjang jalan saya merasa pegal diseluruh badan, saya sempatkan untuk tidur untuk mengurangi rasas lelah di perjalanan. Tidak banyak yang terjadi, perjalanan dilanjutkan hingga Aceh Tamiang. tepat Pukul 00.00 Wib saya tiba di Tugu Upah, dimana saya di jemput oleh adik, untuk pulang kerumah. 

Perjalanan yang saya lalu lebih kurang 30 Jam, melalui jalur pesisir timur menuju Aceh Tamiang, ada pilihan lain yang dapat dilalui yaitu lewat Aceh Singkil yang katanya hanya memakan waktu sekitar 20 Jam dari Simeulue. Kapan-kapan saya akan mencoba melewati jalur ini.

Tidak ada yang sia-sia selama ini, pepatah lama mengatakan "Jauh perjalanan, banyak yang dilihat".